Tubuh saling bersandar ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam saat ku menanti fajar
Sudah coba berbagai cara agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut ku hilang
Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Beberapa bulan lalu, aku lupa tepatnya, kita saling berjanji. Yang setelah ku pikirkan lagi, untuk apa kita melakukan itu? Jika kita "memang dan masih saling menyayangi", apakah janji tersebut perlu?
Tentang kamu berikan waktu untuk yakinkan diriku, aku benar-benar ingin bersamamu. Dan kamu, memberi banyak waktu untuk memikirkannya dan menjawabnya setelah aku selesai ujian.
Apakah itu perlu? Bukankah jika memang masih sayang, tanpa menanyakan padaku, kamu sudah tahu jawabannya? Bukankah jika masih sayang, aku tak akan meminta waktu untuk menjawabnya. Seperti saat kamu memintaku menjadi kekasihmu.
Namun semua berubah karena waktu. Setelah kita sepakat dengan janji itu, kita berubah; aku berubah dan kamu pun begitu.
Padahal sebelum janji itu kamu buat, kamu tidak seperti ini, kamu sangat berbeda. Apa janji itu hanya untuk jalan pintas kamu meninggalkanku? Apa janji itu untuk membuatku berpikir keburukanmu, kemudian akhirnya aku tak mau lagi bersamamu? Apa janji itu yang mengubahmu seperti ini?
Mengapa sekarang kamu berbeda? Kamu tahu? Pada awalnya di tiap waktu aku berharap kabarmu; selalu ingin mendengar suaramu dari seberang; selalu ingin kamu bertanya penasaran tentang keadaanku.
Tapi itu hanya masalah waktu sampai akhirnya aku bisa berdiri tanpamu; aku bisa hidup tanpamu; aku bisa lebih dari saat bersamamu. Aku lebih kuat sekarang.
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya tak lagi ku milikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya ku tetap teman baikmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar